Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Penelitian dan Pengembangan

WhatsApp Image 2018-02-06 at 16.34.52

Presiden Apresiasi Turunnya Titik Hotspot yang Signifikan

Pada rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018 pagi ini (6/2/2018) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Presiden mengapresiasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah langganan kebakaran hutan dan lahan yang beberapa waktu terakhir ini semakin berkurang.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa “Menurut data yang diberikan pada saya dan tadi sudah dilaporkan oleh Menko Ekonomi, ada penurunan hotspot yang sangat signifikan. Tahun 2015 ada 21.929 hotspot. Tahun 2016 turun drastis menjadi 3.915. Tahun 2017 turun menjadi 2.567 hotspot,”

Rapat koordinasi ini dihadiri pula oleh sejumlah kepala daerah dan perangkat kepolisian serta TNI. Provinsi Kalimantan Tengah sendiri pada Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh Plt. Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri, S.Hut.,MP , Ir. H. Darliansjah, M.Si, yang merupakan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, serta Kapolda Provinsi Kalimantan Tengah Brigjen Pol Anang Revandoko beserta jajarannya.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi bagi jajarannya baik di pusat maupun daerah atas capaian tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya penanganan dan pencegahan ini harus terus diintensifkan.

Presiden Joko Widodo tak mau berkompromi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan yang tidak tertangani di tahun 2018 ini. Khusus perangkat kepolisian dan TNI, sanksi tegas menanti bagi mereka.

“Saya ulang lagi aturan mainnya, kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan tidak tertangani dengan baik, dicopot! Saya telepon Panglima ganti Pangdamnya, telepon Kapolri, ganti Kapoldanya. Kalau wilayahnya agak kecil ya Danremnya, agak kecil lagi Kapolresnya,” ujarnya.

Menurut Presiden, dengan melihat pengalaman selama dua tahun ke belakang, aturan main seperti itu sangat efektif untuk menggerakkan satgas di lapangan. Hasilnya pun dapat dilihat dengan penurunan jumlah titik api selama dua tahun belakangan.